<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PLT's Weblog</title>
	<atom:link href="http://paultobing.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://paultobing.wordpress.com</link>
	<description>Berpikir, Bertutur dan Berbagi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Jul 2008 08:31:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='paultobing.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PLT's Weblog</title>
		<link>http://paultobing.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://paultobing.wordpress.com/osd.xml" title="PLT&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://paultobing.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kabar Terkini dari Calvin</title>
		<link>http://paultobing.wordpress.com/2008/07/03/kabar-terkini-dari-calvin/</link>
		<comments>http://paultobing.wordpress.com/2008/07/03/kabar-terkini-dari-calvin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 08:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paultobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Calvin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paultobing.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[   Calvin yang lahir tanggal 2-2-08, sudah menjadi karunia Tuhan yang sangat berharga bagi kami. Dalam usianya yg sudah mencapai 5 bulan dia sudah dapat senyum bahkan tertawa terkekeh-kekeh. Apalagi kalau melihat saya jingkrak-jingkrak atau melompat. Melalui dia Tuhan memberi kebahagiaan bagi keluarga kami. Puji Tuhan untuk karyaNya yang dahsyat dan Ajaib, Ajaib yang Kau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=34&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://paultobing.files.wordpress.com/2008/07/calvin-senyum.jpg?w=656&#038;h=582" alt="" width="656" height="582" /></p>
<p> Calvin yang lahir tanggal 2-2-08, sudah menjadi karunia Tuhan yang sangat berharga bagi kami. Dalam usianya yg sudah mencapai 5 bulan dia sudah dapat senyum bahkan tertawa terkekeh-kekeh. Apalagi kalau melihat saya jingkrak-jingkrak atau melompat. Melalui dia Tuhan memberi kebahagiaan bagi keluarga kami. Puji Tuhan untuk karyaNya yang dahsyat dan Ajaib, Ajaib yang Kau perbuat. Foto sudah berhasi diupload dgn berhasil.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paultobing.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paultobing.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paultobing.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paultobing.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paultobing.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paultobing.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paultobing.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paultobing.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paultobing.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paultobing.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paultobing.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paultobing.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paultobing.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paultobing.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paultobing.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paultobing.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=34&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paultobing.wordpress.com/2008/07/03/kabar-terkini-dari-calvin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/259f5120f715f8dfe71430c06528a931?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paultobing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paultobing.files.wordpress.com/2008/07/calvin-senyum.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bersepeda Menghemat Energi</title>
		<link>http://paultobing.wordpress.com/2008/05/22/bersepeda-menghemat-energi/</link>
		<comments>http://paultobing.wordpress.com/2008/05/22/bersepeda-menghemat-energi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 08:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paultobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paultobing.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Paul L.Tobing Artikel Ini Sudah dimuat pada Kompas Jabar 24 Juni 2007 dengan judul : &#8220;Bersepeda di Kota Bandung&#8221; Saya tayangkan lagi karena semakin relevan dengan krisis energi saat ini. Selamat Menikmati.   Orang yang pernah tinggal di Bandung 10 atau 20 tahun yang lalu, akan mengeluh dan sekaligus menyayangkan mengapa Bandung saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=29&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Paul L.Tobing</p>
<p>Artikel Ini Sudah dimuat pada Kompas Jabar 24 Juni 2007 dengan judul : &#8220;Bersepeda di Kota Bandung&#8221; Saya tayangkan lagi karena semakin relevan dengan krisis energi saat ini. Selamat Menikmati.</p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Orang yang pernah tinggal di Bandung 10 atau 20 tahun yang lalu, akan mengeluh dan sekaligus menyayangkan mengapa Bandung saat ini gerah, semakin panas dan tingkat polusinya termasuk yang tertinggi di antara kota-kota besar di Indonesia. Mungkin global warming dapat menjadi kambing hitam, tetapi bisa jadi Bandung juga sudah menjadi penyumbang panas bagi bumi yang semakin gerah ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> <span id="more-29"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Puluhan ribu sepeda motor memenuhi jalan-jalan di Bandung setiap hari, disamping sering membuat kesal dengan cara sebagian pengemudinya yang seenaknya. Motor-motor ini bersama mobil dan kenderaan lainnya memproduksi panas dan gas karbon yang akan akan membuat kota Bandung dari hari ke hari akan semakin panas dan tentu semakin tidak nyaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mengapa tidak pakai sepeda saja ?</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tidak seperti kota-kota besar lainnya yang sebagian besar berada di dekat laut, seperti Jakarta, Semarang Surabaya dan Medan. Bandung berada di dataran tinggi yang<span>  </span>kalau tidak dicemari oleh perilaku penduduknya, sebenarnya secara alamiah Bandung memiliki suhu yang relatif jauh lebih sejuk dibanding kota-kota besar lainnya di Indonesia.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI">Dengan kondisi demikian, di kota ini sangat tepat jika penduduknya didorong untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama. </span><span lang="SV">Tidak seperti Jakarta tidak bergerak saja bisa keringatan, maka Bandung masih lebih nyaman dalam hal suhu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Keuntungan naik Sepeda </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sebenarnya kita cukup menyadari bahwa bersepeda itu sehat. Orang yang menggunakan<span>  </span>sepeda dalam kegiatan sehari-harinya, mendapat berbagai keuntungan seperti :</span></span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tidak perlu membeli bahan bakar minyak.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tidak perlu menyediakan waktu khusus untuk berolah raga.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tubuh lebih sehat.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tidak memproduksi gas beracun dan panas.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tidak memproduksi suara bising.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mengurangi kemacetan.</span></span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Namun demikian pemkot Bandung juga perlu mendorong penduduk Bandung untuk menggunakan sepeda dengan memberi semacam insentif yang dapat berupa :</span></span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pembuatan jalan khusus (special track).</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memperluas area bebas kenderaan bermesin (misalnya dengan menetapkan seluruh area jalan Merdeka bebas kenderaan bermesin).</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Membuat tempat parkir sepeda yang aman seperti dekat stasiun kereta api, terminal bus antar kota dan dalam kota, serta halte-halte bus yang ramai.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Fasilitas yang aman untuk mencantolkan sepeda di berbagai tempat.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mengalihkan subsidi BBM untuk membangun fasilitas bagi pengguna sepeda.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mencegah pencurian sepeda dengan menghukum para pencuri dengan tegas.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Para pemimpin Gubernur dan<span>  </span>Walikota memberi teladan dengan senantiasa naik sepeda dari kediaman pribadi ke kantornya, bahkan hal ini perlu ditekankan pada saat acara-acara penting.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mendorong agar penggunaan sepeda menjadi gaya hidup yang membuat penggunanya bangga, untuk itu perlu diadakan acara-acara apresiasi untuk pengguna sepeda.</span></span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Penggunaan Sepeda di Amsterdam</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sebagai bahan pembanding, saya akan menceritakan sedikit tentang Amsterdam. Amsterdam merupakan kota terbesar di Belanda. Walau secara ekonomis penduduknya sanggup memiliki dan menggunakan mobil pribadinya, tetapi jumlah pengguna sepeda di jalan-jalan dalam kota Amsterdam lebih banyak daripada pengguna kenderaan bermesin.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selama berada di Amsterdam penulis terkagum-kagum dengan gaya hidup sebagian besar penduduk kota ini yang sangat ramah lingkungan. Di berbagai sudut kota masih banyak taman bahkan hutan-hutan kecil yang memberi kesejukan. Dari dahan-dahan itu masih sering terdengar suara-suara burung liar yang di kota Bandung sendiri sudah jarang kita dengar. Tetapi yang membuat saya paling mengagumi penduduk kota ini adalah sebagian besar penduduknya menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utamanya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tua, muda, gadis atau pemuda, kaya dan miskin, pada umumnya menggunakan sepeda. Hal inilah yang membuat tempat parkir sepeda yang biasanya ada di pusat-pusat kota dan stasiun selalu penuh. Bahkan bisnis penyewaan sepeda dengan mudah kita temui di kota ini. Sedangkan penggunaan mobil, hanya dipergunakan antar kota dan itupun kalau dipergunakan ramai-ramai, pergi sendiri biasanya cukup pakai kereta api dan kalau perlu dapat membawa serta sepeda yang dapat dilipat. Tetapi kalaupun agak repot membawa sepeda, orang yang bepergian biasanya masih dapat menyewa sepeda di tempat tujuan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Di kota ini tidak ada kesan sama sekali bahwa sepeda hanya dipergunakan orang-orang dengan kelas ekonomi tertentu. Sehingga tidak jarang kita lihat seorang gadis yang cantik dengan dandanan yang indah menaiki sepeda yang untuk Indonesia mungkin termasuk sepeda butut. Alangkah indahnya kalau perilaku penduduk Amsterdam yang positif ini kita tiru, saya yakin jika penduduk Bandung semakin banyak menggunakan sepeda maka suhu kota Bandung ini akan kembali sejuk, penduduknya juga semakin sejuk, bahkan sepeda bisa menjadi trademarknya kota Bandung, menggantikan Yogyakarta yang sudah kehilangan identitasnya sebagai kotea sepeda. Hayo beli dan pakai sepeda sekarang !!</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Berikut ini saya tampilkan beberapa foto tentang seluk beluk sepeda di Amsterdam. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Suasana Lalulintas Sepeda di Amsterdam, perhatikan traffic light khusus untuk sepeda. Perhatikan gadis cantik yang tidak merasa malu dengan sepeda ”butut”nya</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jalan Khusus untuk pengendara sepeda, cukup leluasa untuk berpapasan.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tempat Parkir Untuk Sepeda Dekat Stasiun Sentral Amsterdam</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tempat Mencantol Sepeda di Pinggir Kanal</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pengamanan yang mencegah sepeda ”butut” ini jangan sampai digondol orang iseng yang kebetulan lagi butuh kenderaan.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selain Sepeda, Penduduk Belanda juga banyak yang menggunakan kenderaan air tanpa mesin</span></span></span></strong></p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paultobing.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paultobing.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paultobing.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paultobing.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paultobing.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paultobing.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paultobing.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paultobing.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paultobing.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paultobing.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paultobing.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paultobing.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paultobing.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paultobing.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paultobing.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paultobing.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=29&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paultobing.wordpress.com/2008/05/22/bersepeda-menghemat-energi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/259f5120f715f8dfe71430c06528a931?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paultobing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Injil dan Adat Batak</title>
		<link>http://paultobing.wordpress.com/2008/04/23/injil-dan-adat-batak-dicapture-httpmanikwebid/</link>
		<comments>http://paultobing.wordpress.com/2008/04/23/injil-dan-adat-batak-dicapture-httpmanikwebid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 12:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paultobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Habatahon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paultobing.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Henry James Silalahi (dari buku : Injil dan Adat Batak) Struktur Dalihan Na Tolu menempatkan seseorang sebagai wakil dari roh-roh sembahan leluhurnya. Hulahula mewakili Batara Guru, Dongan Sabutuha mewakili Mangala Sori, dan Boru mewakili Mangala Bulan. Prinsip perwakilan ini dapat kita bahas dari istilah “representation” yang dipakai oleh DR. Philip. O. Tobing di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=28&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Henry James Silalahi (dari buku : Injil dan Adat Batak)</p>
<p>Struktur Dalihan Na Tolu menempatkan seseorang sebagai wakil dari roh-roh sembahan leluhurnya. Hulahula mewakili Batara Guru, Dongan Sabutuha mewakili Mangala Sori, dan Boru mewakili Mangala Bulan. Prinsip perwakilan ini dapat kita bahas dari istilah “representation” yang dipakai oleh DR. Philip. O. Tobing di dalam menjelaskan hubungan Dalihan Na Tolu, dengan dunia dewa orang Batak.<br />
<a id="more-33"></a><span id="more-28"></span><br />
Apakah artinya “mewakili” itu? Kamus Webster mendefinisikan representation sebagai to present again (menyajikan atau memperkenalkan kembali, atau dapat pula diartikan “re-present” someone (menghadirkan seseorang kembali). Wakil adalah seseorang yang menghadirkan kembali pribadi dan kehendak orang yang diwakilinya. Contohnya, Hulahula merupakan wakil dari Batara Guru, berarti dialah yang menghadirkan pribadi dan kehendak roh Batara Guru di dunia (banua tonga).</p>
<p>Status hulahula sangat penting sekali dalam kehidupan orang Batak, karena seluruh berkat yang berada di alam semesta turun melalui Batara Guru. Batara Gurulah yang menjadikan segala jenis tumbuhan dan hewan yang ada di muka bumi. Batara Gurulah yang memiliki hikmat kebijaksanaan (hahomion) Debata. Sebagai masyarakat agraris, yang hidup dari hasil pertanian dan peternakan yang digarap secara sederhana, maka keberhasilan dalam kedua bidang usaha ini menjadi sangat penting. Hal ini sesuai dengan ungkapan Batak: “gabe na niula, sinur pinahan”. Keberhasilan dalam kedua bidang usaha ini, sangat tergantung kepada berkat yang turun dari Batara Guru.</p>
<p>Karena itu, berkat dari roh sembahan ini sangat penting bagi keberhasilan orang Batak dalam segala usaha yang dikerjakannya. Karena Hulahula merupakan orang yang mewakili Batara Guru untuk memberkati manusia, maka peranannyapun menjadi penting sekali. Segala kemuliaan, kekayaan, dan keberhasilan dalam usaha didapatkan didapatkan oleh orang Batak melalui berkat Debata yang diturunkan dengan perantaraan hulahula. Hulahula meru pakan sumber berkat dan tuah kehidupan (pangalapan pasupasu, pangalapan tua).</p>
<p>Karena itu orang Batak sangat takut dan sangat hina jikalau dia tidak mempunyai Hulahula. Mereka berusaha keras agar hubungannya dengan sang Hulahula berjalan baik, walaupun banyak tingkah hulahulanya yang tidak menyenangkan. Kondisi ini tercermin dalam ungkapan: “pitu hali hulahula marsala, alai sintong doidaon” (tujuh kali hulahula melakukan kesalahan, namun dia tetap dipandang benar). Hulahula dinyatakan sebagai matahari yang tidak dapat ditentang (mata ni ari so suharon). Semuanya bertujuan agar sahala hulahula itu jangan tarrimas (marah) dan dengan demikian dapat memberkati mereka.</p>
<p>Jikalau seseorang memiliki masalah tertentu dan ingin mendapatkan berkat dari debata untuk menyelesaikan persoalan itu, maka dia terlebih dahulu harus memberikan persembahan makanan kepada debata. Karena hulahula adalah perwakilan dari debata (debata na ni ida), maka dialah yang mewakili debata dalam menerima persembahan makanan itu. Persembahan seseorang kepada debata melalui Batara Guru dilakukan dengan memberikan tudu-tudu sipanganon atau namargoar kepada hulahulanya. Tudu-tudu sipanganon adalah makanan persembahan yang ditentukan oleh Mulajadi Nabolon untuk diberikan kepadanya.</p>
<p><strong>Penyembahan kepada debata dilakukan dengan cara:<br />
1. Menyerahkan makanan persembahan kepada hulahula<br />
2. Meletakkan tangan pada pinggir dari nampan yang berisikan makanan persembahan (tudutudu sipanganon)<br />
3. Membungkukkan badan penyembah (boru) menghadap hulahula</strong></p>
<p>Penyembahan dengan cara membungkukkan badan ini merupakan simbol penaklukan sang boru ke bawah kuasa dan berkat dari hulahula. Artinya, boru menyatakan penyembahan dan penaklukannya kepada kuasa dari Batara Guru untuk memberkati seluruh hidup mereka. Inilah pelaksanaan dari prinsip Dalihan Na Tolu “Somba Marhulahula”. Sehingga penyerahan tudutudu sipanganon merupakan cara dalam agama Batak untuk menyembah kepada roh sembahan leluhur, yaitu Mulajadi Nabolon yang dilakukan melalui hulahula.</p>
<p>Penyerahan na margoar ini merupakan inti dari penyembahan kepada Mulajadi Nabolon. Mengapa upacara adat itu sulit ditinggalkan oleh orang Batak? Salah satu jawabnya adalah karena di dalam upacara adat itu terdapat inti dari agama Batak, yaitu penyembahan kepada Debata Mulajadi Nabolon. Penyembahan kepada Mulajadi Nabolon dilakukan melalui perantaraan Hulahula yang mewakili Batara Guru di dunia. Menyembah Mulajadi Nabolon dilakukan dengan menyembah hulahula.</p>
<p>Penyembahan dilakukan dengan cara pihak boru (penyembah) menyerahkan makanan persembahan (tudutudu sipanganon) kepada Hulahula (yang disembah). Inilah cara menyembah dewa yang unik dalam agama Batak yang ditetapkan oleh malaikat iblis. Seluruh rangkaian upacara adat yang diajarkan iblis kepada leluhur pada hakikatnya bertujuan agar mereka me nyembah kepada iblis melalui cara yang telah ditetapkannya.</p>
<p>Dalam tarian (tortor) Batak, penyembahan kepada Mulajadi Nabolon juga dilakukan oleh pihak boru dengan cara merapatkan kedua tangan di dada dan kemudian membuat gerakan penyembahan kepada hulahula. Tarian tortor pada hakikatnya bukanlah merupakan pementasan seni tari. Tarian tortor adalah tarian yang diperuntukkan bagi upacara agama Batak. Karena itulah dalam pelaksanaan tarian itu tidak diperkenankan siapapun juga melakukannya dengan tertawa. Setiap orang yang ambil bagian dalam tarian itu harus melakukannya dengan sikap serius dan hening.</p>
<p>Pengecualiannya hanya terdapat dalam beberapa bentuk tortor muda-mudi saja. Pelaksanaan tortor asli yang serius ini masih dapat kita lihat dalam upacara adat yang dilakukan oleh aliran “Parmalim”, yang masih ada di beberapa wilayah Batak. Penulis pernah menyaksikan suatu video upacara adat “Parmalim”, yang biasanya tidak bisa diikuti orang luar, dan tidak boleh diliput. Hanya karena pendekatan baik dari seseorang peneliti Eropa, acara itu dapat diliput dari jauh dengan mempergunakan fasilitas “zoom” kamera. Keseriusan mereka dalam melaksanakan tortor sangat terlihat sekali disepanjang upacara itu.</p>
<p>Karena upacara adat merupakan pusat penyembahan kepada Mulajadi Nabolon, maka iblis akan berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan eksistensi upacara agama Batak itu. Iblis akan menaruh berbagai pikiran, gagasan, argumentasi di dalam diri orang-orang yang dikuasainya untuk mempertahankan keberadaan upacara itu. Iblis sangat mengerti, jikalau upacara adat itu ditinggalkan oleh orang Kristen, maka dia akan kehilangan penyembahan dari orang-orang Kristen. Hanya saja, kebanyakan orang Batak Kristen tidak memahami strategi iblis ini. Dengan cara seperti itu iblis masih dapat memperoleh penyembahan dari orang Batak yang sudah beragama Kristen. Upaya itu dilakukan melalui orang-orang yang terikat kuat dalam belenggu upacara agama itu, apalagi bila orang itu memiliki posisi kuat di gereja.</p>
<p>Perwakilan hulahula atas Batara Guru berlangsung dalam dua arah. Pertama, dia mewakili Batara Guru dalam menerima persembahan dari manusia yang ingin beroleh berkat darinya (pihak boru), biasanya berupa tudutudu sipanganon (na margoar), piso-piso (uang) dan minuman tuak. Pada masyarakat Simalungun, hewan yang dipersembahkan biasanya berupa ayam dan disebut dengan “dayok binatur”. Kedua, Hulahula mewakili Batara Guru di dalam memberikan berkat kepada orang yang telah memberikan persembahan kepadanya, yaitu dengan memberikan ulos, dengke arsik, dan pidato pemberkatan.</p>
<p>Pada waktu seorang hulahula memberkati borunya, maka dia sedang menjadi wakil dari Batara Guru untuk memberkati, melalui ulos, dengke, dan hata pasupasu yang diucapkannya. Dalam tortor hulahula juga memberkati boru melalui gerakan tangan yang diangkat dengan telapak tangan terbuka ke arah pihak boru. Pada waktu rombongan boru sudah berada di hadapannya, maka hulahula memberkati dengan mengarahkan tapak tangannya pada bagian kepala boru.</p>
<p>Perwakilan itu dilakukan karena orang Batak tidak dapat melihat keberadaan roh sembahannya yang berada di alam gaib. Prinsip perwakilan inilah yang menjadi dasar bagi ungkapan yang menyatakan bahwa hulahula itu adalah tuhan yang dapat dilihat (debata na ni ida). Dengan memberikan makanan persembahan kepada hulahula, maka boru telah memberikan persembahan kepada debata Batara Guru. Demikian juga sebaliknya, dengan menerima ulos, dengke arsik, dan pidato berkat dari hulahula, maka mereka telah menerima berkat dari debata.</p>
<p><strong>Jadi upacara adat Batak merupakan bentuk ibadah dalam agama Batak yang ditujukan kepada penyembahan Debata Mulajadi Nabolon.</strong></p>
<p>Karena setiap orang Batak menduduki status hulahula terhadap pihak pengambil gadis mereka, maka setiap orang Batak juga menjadi wakil dari Batara Guru dalam menerima persembahan dan memberikan berkat kepada borunya. Karena itu, setiap orang Kristen yang masih terlibat dalam aktivitas adat juga telah menjadikan dirinya sebagai wakil dari roh sembahan leluhur, yaitu wakil dari Batara Guru, wakil dari Mulajadi Nabolon.</p>
<p>Inilah salah satu bentuk peniruan dan pemalsuan kebenaran Tuhan yang telah dibangun oleh iblis, jauh sebelum Injil sampai kepada orang Batak. Pada waktu manusia dicipta, maka dia dicipta sesuai gambar, citra, atau peta Tuhan.<br />
<strong>“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara, dan atas ternak dan atas seluruh bumi, dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi”. Maka TUHAN menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Tuhan diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”. (Kejadian 1:26,27)</strong></p>
<p>Kesepetaan itu menjadikan manusia sebagai wakil TUHAN dalam mengelola alam semesta. Adam merupakan manager, pembantu atau pengurus TUHAN yang diserahi tugas untuk memelihara dan melindungi bumi. Segala yang dikerjakannya akan ditopang oleh hikmat, anugerah dan kuasa TUHAN, dan hasilnya akan memberikan kemuliaan kepada TUHAN itu sendiri. Segala tindakan manusia di bumi akan dipertanggungjawabkan kembali di hadapan TUHAN pada waktunya. Hikmat anugerah dan kuasa yang diberikan-Nya melalui persekutuan dengan manusia merupakan sarana yang akan menjamin tercapainya tujuan di atas. Inilah rancangan TUHAN yang indah bagi manusia, hanya kemudian dosa telah merusak rancangan yang baik itu.</p>
<p>Apakah artinya “mewakili Tuhan” itu? Wakil adalah seseorang yang menghadirkan kembali kehendak orang yang diwakilinya. Seorang wakil TUHAN adalah orang yang menghadirkan Tuhan kembali atau menghadirkan kembali kehendak-Nya melalui seluruh perkataan dan tindakannya di bumi.</p>
<p>Perjanjian baru juga mengajarkan kebenaran yang sama bagi orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Paulus menegaskan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya adalah Utusan atau Duta Kristus.<br />
<strong>“Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Tuhan menasehati kamu dengan perantaraan kami”. (II Korintus 5:20)</strong></p>
<p>karena itu Tuhan Yesus dan kuasa-Nya menyertai setiap gerak langkah orang yang beriman kepada-Nya. Jadi melalui iman kepada Yesus Kristus, seseorang menjadi utusan yang mewakili kepentingan Kristus di bumi ini. Dia hidup untuk melakukan segala kehendak dan rancangan Kristus di sepanjang sejarah. Karena itu, melalui dia kehendak Tuhan Yesus dikerjakan di bumi.</p>
<p>Demikian pula, bagi orang yang menjalankan peranan sebagai Hulahula, Boru, atau Dongan Sabutuha, mereka sedang menghadirkan kembali pribadi dan kehendak sembahan yang diwakilinya dalam acara itu, yaitu: Batara Guru, Mangala Sori, dan Mangala Bulan. Persoalannya, bagaimanakah seorang Kristen Batak yang adalah wakil atau duta Tuhan, dapat menjadi wakil roh-roh jahat yang menjadi sembahan leluhurnya dahulu kala? Kondisi itu hampir sama seperti seorang mata-mata yang berlaku sebagai agen ganda dalam dunia intelijen. Di Kerajaan Sorga tidak ada mata-mata, atau agen ganda, karena mereka hidup dalam kekudusan.</p>
<p>Seorang Bapak Kristen yang bertindak sebagai hulahula terhadap borunya mengatakan, bahwa berkat bukan berasal dari dia. Berkat itu datangnya dari Tuhan Yesus. Namun ketika dia melaksanakan kedua fungsi hulahula di atas, dia telah melaksanakan fungsi perwakilan Batara Guru. Jadi secara ucapan kita mengaku Yesus sebagai satu-satunya sumber berkat, tetapi dalam pelaksanaan kita menyalurkan berkat dari Batara Guru kepada pihak boru kita. Secara teologis kita mengakui Yesus, secara praktis, kita mengakui Batara Guru, dan dengan demikian telah menyangkali pengakuan teologis kita sendiri.</p>
<p>Sinkretisme sperti inilah yang ditegur keras oleh Firman Tuhan, seperti kasus orang Kreta yang ditulis dalam surat Titus 1:13-14<br />
<strong>“Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman, dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran.”</strong></p>
<p>Ayat 16 mengatakan: “Mereka mengaku mengenal Tuhan, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.”</p>
<p>Kalau kita benar-benar mengakui dan meyakini bahwa Yesus sebagai satu-satunya sumber berkat, maka kita benar-benar harus mengerti cara-cara Yesus memberikan berkat kepada orang yang percaya kepada-Nya. Mulajadi Nabolon memiliki cara-cara khusus dalam memberkati orang yang percaya kepadanya. Demikian juga Tuhan Yesus memiliki cara-cara tersendiri dalam memberkati umat-Nya. Cara Mulajadi Nabolon berbeda dengan cara Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak mau menyalurkan berkatnya dengan meniru-niru cara musuh-Nya. Pelaksanaan cara pemberkatan model Mulajadi Nabolon dalam kekristenan sama dengan menyangkali kebenaran Tuhan Yesus, dan Titus mengatakan iman yang seperti itu tidak sehat alias sakit.</p>
<p>Alkitab memberikan cara-cara yang ditentukan oleh Tuhan Yesus dalam memberkati umat manusia (anugerah umum), dan memberkati setiap orang yang percaya dan mentaati firman-Nya (anugerah khusus). Alkitab menolak dongeng- dongeng bangsa Yahudi, walaupun mereka adalah bangsa Tuhan. Apalagi terhadap dongeng-dongeng bangsa Batak yang berasal dari zaman Hasipelebeguon. Alkitab menolak segala hukum manusia yang berpaling dari kebenaran, apalagi terhadap hukum atau perintah leluhur yang nyata -nyata berasal dan berisikan nilai-nilai Hasipelebeguon, dan bahkan menentang Injil.</p>
<p>Kekudusan menutup seluruh kemungkinan bagi seorang Kristen untuk melaksanakan fungsi ganda seperti itu. Kekudusan memisahkan seorang Kristen dari segala nilai, paradigma, norma, cara dan persekutuan hidup dengan berbagai roh-roh yang berasal dari iblis. Kalau peranan ganda itu terjadi juga, kemungkinan satu-satunya adalah orang itu telah mengorbankan kekudusannya untuk dapat menjadi wakil dari debata sembahan leluhur dahulu kala. Dalam dunia politik orang seperti itu biasanya dicap sebagai pengkhianat negara.</p>
<p>Dengan melaksanakan ketiga fungsi dalam struktur Dalihan na Tolu, seseorang sah sebagai wakil dari ketiga dewa Batak. Dengan demikian Iblis mempunyai dasar yang sah (legitimated) dihadapan TUHAN untuk mengklaim orang itu sebagai miliknya, dan Tuhan harus membiarkan iblis hadir dan mengendalikan kehidupan orang itu. Karena itu para roh sembahan leluhur dapat bebas keluar masuk dari dalam hati orang itu.</p>
<p>Iblis dengan mudah dapat menanamkan di hati orang itu keinginan yang kuat untuk mempertahankan adat Batak dan ketakutan yang besar untuk keluar dari adat itu. Kehadiran roh itulah yang memunculkan keinginan kuat di hati orang Batak untuk tetap melakukan berbagai upacara adat, bukan dorongan Roh Kudus. Inilah salah satu penjelasan rohani mengapa adat Batak sangat terikat kuat pada adatnya.</p>
<p>Kembali pada masalah pembenaran upacara adat melalui doa dan umpasa yang dibungkus secara kristiani. Acara yang dilakukan karena dorongan roh sembahan leluhur sekalipun dibungkus dengan doa kristiani yang tidak pernah memenuhi keinginan hati Tuhan. Tindakan itu bertentangan dengan prinsip ibadah yang pernah diajarkan Yesus Kristus yang berbunyi:<br />
<strong>“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Tuhan itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”(Yoh 4:23-24)</strong></p>
<p>Today English Version menuliskan ayat ke 24:<br />
<strong>“God is Spirit, and only by the power of his Spirit can people worship him as he really is.”</strong></p>
<p>Ibadah yang benar, yang memuaskan hati Tuhan adalah yang menjadikan Bapa, dalam Yesus, sebagai pusat penyembahan. Bukan Mulajadi Nabolon ataupun ketiga putranya. Kita juga dilarang menyembah hula-hula sebagai wakil Mulajadi Nabolon (debata na ni ida), Yesus menegaskan:<br />
<strong>“Enyahlah iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah TUHAN<br />
(Yahowa), Tuhanmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.” (Matius 4:10)</strong></p>
<p>Penyembahan kepada Bapa (TUHAN = Yahowa) hanya akan didorong dan dikerjakan oleh (only by the power) kuasa Roh Kudus. Segala ibadah yang dikerjakan oleh Roh Kudus tunduk sepenuhnya pada kebenaran Tuhan, tidak ada satu bagianpun dari Firman yang dilanggar.</p>
<p>Segala ibadah yang tidak digerakkan oleh Roh Kudus tidak pernah berkenan kepada TUHAN. Segala bentuk ibadah yang didorong oleh keinginan hati manusia saja tidak akan pernah memuaskan hati Tuhan, karena manusia telah jatuh ke dalam dosa. Karena itu, ibadah sinkretis seperti dalam upacara adat Batak tidak pernah didorong dan dikerjakan oleh Roh Kudus, karena banyak melanggar prinsip &#8211; prinsip Firman Tuhan.</p>
<p>Tabel dibawah ini memperlihatkan perbedaan antara ibadah agama batak dengan Injil Kristus<br />
<img src="http://manik.web.id/wp-content/uploads/bab2-21.jpg" alt="Gambar 2" /><br />
Dorongan membungkus upacara adat dengan doa kristiani sepenuhnya berasal dari roh sembahan leluhur yang belum disangkali dan diusir dari dalam hati seorang yang beragama Kristen. Tujuannya agar orang-orang Kristen Batak tetap melakukan penyembahan kepada malaikat iblis Mulajadi Nabolon, dengan jalan menduakan Tuhan. Sehingga secara rohani orang Kristen itu tidak bisa mengalami kemajuan rohani dalam mengenal kasih dan kuasa Yesus, karena kuasa-Nya tidak akan menopangnya lagi. Kecuali Tuhan memberikan anugerah untuk bertobat.</p>
<p>Lalu, bagaimanakah Yesus akan mengakui di hadapan Bapa bahwa orang itu memang benar-benar adalah pengikut-Nya, sementara dia beribadah dengan cara &#8211; cara yang tidak tunduk kepada Firman TUHAN ?<br />
Yesus mengatakan :<br />
<strong>“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku (bukan suara sembahan leluhur), dan Aku mengenal mereka (bukan sekedar mengaku percaya Yesus, tetapi diakui oleh Tuhan Yesus) dan mereka mengikut Aku” (bukan ajaran leluhur) (Yohanes 10:27).”</strong></p>
<p>Sumber: <strong>Injil dan Adat Batak</strong><br />
<strong>karya James Silalahi</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paultobing.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paultobing.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paultobing.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paultobing.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paultobing.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paultobing.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paultobing.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paultobing.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paultobing.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paultobing.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paultobing.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paultobing.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paultobing.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paultobing.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paultobing.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paultobing.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=28&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paultobing.wordpress.com/2008/04/23/injil-dan-adat-batak-dicapture-httpmanikwebid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/259f5120f715f8dfe71430c06528a931?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paultobing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manik.web.id/wp-content/uploads/bab2-21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia untuk Adat atau Adat Untuk Manusia ?</title>
		<link>http://paultobing.wordpress.com/2008/03/19/manusia-untuk-adat-atau-adat-untuk-manusia/</link>
		<comments>http://paultobing.wordpress.com/2008/03/19/manusia-untuk-adat-atau-adat-untuk-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 01:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paultobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Habatahon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paultobing.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Paul L. Tobing (Sudah dimuat pada Harian Batak Pos, 12-13 September 2007)  Posisi fundamental adat Batak dalam kehidupan masyarakat Batak (dalam tulisan ini dibatasi untuk Batak Toba) atau pelakunya, merupakan salah satu referensi dan determinan pemahaman, sikap dan perilaku masyarakat Batak  terhadap kepatuhan dan pelaksanaan adat Batak itu sendiri. Posisi ini juga menentukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=27&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><b><font face="Times New Roman">Oleh : Paul L. Tobing</font></b></p>
<p align="center"><b><span><font face="Times New Roman">(Sudah dimuat pada Harian Batak Pos, 12-13 September 2007)</font></span></b><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p><span></span><font face="Times New Roman">Posisi fundamental adat Batak dalam kehidupan masyarakat Batak (dalam tulisan ini dibatasi untuk Batak Toba) atau pelakunya, merupakan salah satu referensi dan determinan pemahaman, sikap dan perilaku masyarakat Batak <span> </span>terhadap kepatuhan dan pelaksanaan adat Batak itu sendiri. <span>Posisi ini juga menentukan apakah adat Batak dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dan semangat dalam berperan dan berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa atau hanya sekedar ritual yang dijalankan untuk sekedar ”memenuhi syarat adat” dalam berbagai siklus kehidupan manusia.</span></font><span><font face="Times New Roman"> <span id="more-27"></span></font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman">Kedatangan agama monoteisme ke daerah Tapanuli telah memposisikan masyarakat Batak dalam kondisi yang potensial ambivalen, yaitu sebagai penganut agama monoteis di satu sisi, dan sekaligus juga mewarisi adat istiadat yang dibangun nenek moyangnya yang masih hidup dalam kepercayaan lama atau dalam zaman agama Batak di sisi lainnya. Mayoritas masyarakat Batak masih memenuhi kewajiban agama dan adatnya sekaligus walau dengan tingkat kepatuhan yang berbeda. Bahkan tidak sedikit terjadi perbenturan antara keduanya karena adanya pandangan dari kedua sisi ekstrim yang berbeda dari raja (atau yang dirajai?) adat maupun dari golongan puritan agama monoteisme/Kristen.</font></span><span><font face="Times New Roman"><span> </span></font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"><span></span></font></span><span><font face="Times New Roman">Realita ini menimbulkan suatu penggolongan yang bersifat hipotesis terhadap posisi adat dalam pandangan dan kehidupan masyarakat Batak. Karakteristik pembeda dari penggolongan ini adalah berdasarkan posisi relatif agama dan adat dalam kehidupan subjektif masyarakat Batak. Apakah posisi adat lebih atau sama dengan agama yang dianut oleh masyarakat Batak atau lebih rendah dari itu. </font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman">Golongan yang pertama, adalah masyarakat Batak yang memposisikan adat sama dengan atau lebih tinggi tingkatannya dari keyakinan religiusnya. <span> </span>Pada tingkatan tersebut, <span> </span>golongan masyarakat Batak ini dapat kita samakan atau kita katagorikan sebagai ”penganut” adat batak. Golongan masyarakat ini sudah hidup untuk adat, dan mereka meyakini bahwa manusia hidup untuk adat bukan adat untuk manusia.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Penganut adat Batak dalam golongan pertama ini, akan bersikeras untuk menerapkan adat secara lengkap pada berbagai siklus kehidupan manusia, mulai dari kelahiran sampai kepada kematian. Golongan ini akan merasa kurang klop atau kurang sejahtera jika ada ritual dan asesori adat yang tidak lengkap. Golongan ini rela untuk mengorbankan banyak hal demi pelaksanaan adat, seperti mencegah, membatalkan dan menghalangi anak-anaknya untuk menikah karena masalah adat, atau mengucilkan golongan masyarakat Batak lainnya atau kerabatnya karena tidak melakukan adat.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p><span></span><span><font face="Times New Roman">Golongan kedua dari masyarakat Batak, adalah orang-orang yang memposisikan adat sebagai alat atau sarana. Pada posisi ini adat Batak berada di bawah keyakinan religius yang dianutnya dan hanya menerapkan ritual dan nilai-nilai ada yang tidak bertentangan dengan keyakinan agamanya. Golongan masyarakat seperti ini saya sebut sebagai pelaku adat Batak. Golongan masyarakat seperti ini memposisikan adat sebagai sarana untuk menunjukkan holong/kasih kepada pemilik ulaon (atau yang mengadakan perhelatan adat), tidak lebih dari pada itu. Golongan masyarakat seperti ini tidak mau pusing dan tidak sudi mengeluarkan emosinya untuk memprotes atau mempermasalahkan kalau pelaksanaan adat kurang sempurna <span> </span>atau kalau ada ”ketidak adilan” dalam pembagian jambar, ulos dan sebagainya, pada intinya mereka memposisikan adat hanya sebagai instrumen untuk menunjukkan holong dan sebagai media untuk berinteraksi dengan sesama atau kerabatnya. Golongan ini juga tidak akan sakit hati atau kecewa<span>  </span>apabila ada pihak lain yang tidak memenuhi kewajiban adatnya kepada mereka.<span>  </span>Golongan ini tidak akan dendam misalnya dengan tidak menghadiri ulaon yang dilaksanakan oleh orang yang tidak memenuhi kewajiban kepada mereka pada masa lalu.</font></span></p>
<p><span></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Golongan ketiga adalah golongan ekstrim yang berseberangan dengan golongan pertama, yaitu golongan yang cenderung memusuhi dan membenci pelaksanaan adat dalam segala bentuknya. Golongan ini memposisikan adat sebagai antitesis dari keyakinan religiusnya. Golongan ini meyakini agama harus dijalankan dengan murni dan tidak boleh dicampur adukkan dengan adat yang mereka yakini merupakan warisan dari leluhur yang masih hidup dalam zaman kegelapan. Mereka meyakini, mencampur adukkan agama dan adat dalam ritual-ritual kehidupan akan mencemari kehidupan spiritualnya. Mereka berpendapat bahwa waktu, uang dan tenaga yang dikerahkan untuk melaksanakan adat merupakan sesuatu yang sia-sia. Golongan ini hanya berkonsentrasi melaksanakan kewajiban agamanya secara murni dalam berbagai siklus kehidupannya dan tidak bersedia mengikuti kegiatan adat dalam segala bentuknya.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p><span></span><b><span><font face="Times New Roman">Penyelarasan Adat Batak dengan Kekristenan</font></span></b></p>
<p><b><span></span></b><span><font face="Times New Roman">Pada kenyataannya pelaksanaan adat saat ini sudah mengalami banyak pergeseran. Sosok dan status sosial dan ekonomi<span>  </span>yang marulaon (pemilik perhelatan) sangat mempengaruhi kemeriahan pelaksanaan adat. Orang yang lebih kaya dan memiliki ketokohan cenderung akan melaksanakan adat yang lebih kompleks dan lebih meriah, hal ini disebabkan begitu banyaknya kerabat dan ale-ale/relasi yang ingin tampil berpartisipasi dalam adat tersebut. Akhirnya yang mangulosi dan yang mendapat ulos lebih dari yang seharusnya, serta pilihan gondangnya juga lebih banyak, konsekuensinya durasi acara adatnya juga cenderung atau bisa molor sampai larut malam.</font></span><span><font face="Times New Roman"><span> </span></font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"><span></span></font></span><span><font face="Times New Roman">Perlu diakui bahwa pelaksanaan adat Batak sering membuat pusing dan repot para pelakunya. Perlu usaha-usaha dari pemuka adat dan agama serta kaum intelektual orang Batak untuk melakukan penyesuaian, memoderasi dan menyederhanakan pelaksanaan adat Batak serta melakukan penyesuaian-penyesuaian seperlunya agar tidak berbenturan dengan ajaran agama dan kondisi sosial yang aktual saat ini. </font></span></p>
<p><span></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Adat suku manapun sering dibangun dari kepercayaan atau agama yang dianut mayoritas suku itu, jadi adalah wajar bahwa adat Batak sangat dipengaruhi bahkan diyakini dibangun pada fondasi keyakinan nenek moyang orang Batak pada zaman dahulu kala. Namun, disaat mayoritas suku Batak Toba lebih dari satu abad terakhir ini sudah menganut kepercayaan yang baru (Kristen), belum terlihat usaha yang sistematis dan konsisten dari kalangan gereja untuk memberikan semacam panduan kepada jemaatnya agar pelaksanaan adat tidak melenceng dari nilai-nilai kekristenan. Akibatnya saat ini banyak yang ragu-ragu melaksanakan adat bahkan menentangnya.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p><span></span><span><font face="Times New Roman">Sebenarnya usaha-usaha penaklukan adat Batak ini kepada kekristenan sudah dimulai pada saat awal-awal masuknya kekristenan ke Tano Batak, namun upaya ini berhenti sekitar tahun 1920 an dan dapat dikatakan berhenti total sejak Jerman menginvasi Belanda pada perang Dunia II, yang berdampak kepada penginterniran tenaga-tenaga penginjil yang berkebangsaan Jerman dan penyerahan tampuk kepemimpinan HKBP kepada suku Batak asli. Peralihan kepemimpinan ini ternyata bukan membuat usaha-usaha penyelarasan adat Batak dan iman Kristiani ini makin intensif, justru otoritas gereja Batak dalam pelaksanaan adat Batak dirasakan semakin melemah dan bahkan akhir-akhir ini ada kesan bahwa gereja sudah lepas tangan dan tidak mau tahu dengan pelaksanaan adat Batak yang dilaksanakan sebagian besar jematnya.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p><span></span><span><font face="Times New Roman">Selama ini perbenturan antara adat dan agama inilah yang paling potensial sebagai sumber perbedaan dalam pemahaman adat. Bahkan ada kesan bahwa sebagian besar pendeta-pendeta Batak juga sangat menikmati acara-acara adat, sementara sebagian pemuka/umat gereja atau persekutuan lainnya dengan tegas tidak sudi ”menajiskan” diri dengan mengikuti upacara-upacara adat yang menurut mereka penuh ”kuasa-kuasa lain” dan sarat dengan kesia-siaan. Adanya panduan yang jelas dari gereja akan membuat umatnya dapat mengikuti adat (yang sudah sesuai ajaran kekristenan) dengan sepenuh hati, tanpa ragu atau setengah hati atau terpaksa.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p><span></span><b><span><font face="Times New Roman">Jalan Tengah</font></span></b><b><span><font face="Times New Roman"> </font></span></b></p>
<p><b><span></span></b><span><font face="Times New Roman">Kembali kepada ketiga posisi adat yang disebutkan dalam awal tulisan ini. Posisi adat manakah yang kita pilih dari ketiga stream yang ada ? Jalan tengah sering menjadi solusi yang paling efektif karena jalan tengah biasanya mampu mempertemukan dua sisi ekstrim yang ada. Dari sisi nilai-nilai, jalan tengah juga lebih kaya karena mempertemukan esensi-esensi yang ditekankan masing-masing dua sisi ekstrim yang ada. Pilihan jalan tengah juga akan memosisikan adat sebagai alat pemersatu dan meminimalkan potensi perpecahan yang ditimbulkan oleh kedua sisi ekstrim yang ada.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p><span></span><span><font face="Times New Roman">Adalah sangat sulit untuk mengabdi kepada dua tuan yang memiliki kekuasaan yang sejajar. Bagaimanapun harus ada jalan keluar, yang satu harus lebih diutamakan dari yang lain. Yang bersifat mandatory/wajib itu biarlah diberikan terhadap agama karena sebenarnya posisi adat sebagai tertib sipil yang harus dipatuhi sudah semakin melemah terutama sesudah tanah Batak menjadi bagian dari koloni Belanda dan negara republik Indonesia. Disamping itu, <span> </span>kepercayaan terhadap agama merupakan sesuatu yang bersifat pribadi yang harus dihormati semua pihak. Sedangkan adat lebih berisifat kolektif ”masiharaan”, yang sebaiknya ditempatkan di bawah posisi agama dan menempatkannya sebagai instrumen untuk menunjukkan holong/kasih, untuk menyapa dan berinteraksi dengan sesama dan tidak efektif lagi jika digunakan untuk menghukum atau pabalihon terutama untuk masyarakat Batak yang sudah tinggal di perkotaan. </font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman">Dengan demikian adat bukan segala-galanya atau tujuan hidup orang Batak,<span>  </span>bukan juga menjadi sarana bagi kita untuk memperoleh pengakuan, dan rasa kagum <span> </span>dari sesama. Biarlah kita hidup untuk Tuhan dan Tanah Air (Pro Deo et Patria).</font></span><span><font face="Times New Roman">Paul L.Tobing (Pemerhati Masalah Sosial dan Penulis Buku <i>Knowledge Management : Konsep, Arsitektur dan Implementasi</i>)<span>  </span></font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paultobing.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paultobing.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paultobing.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paultobing.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paultobing.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paultobing.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paultobing.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paultobing.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paultobing.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paultobing.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paultobing.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paultobing.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paultobing.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paultobing.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paultobing.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paultobing.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=27&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paultobing.wordpress.com/2008/03/19/manusia-untuk-adat-atau-adat-untuk-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/259f5120f715f8dfe71430c06528a931?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paultobing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menulis di Dunia Digital</title>
		<link>http://paultobing.wordpress.com/2008/03/10/menulis-di-dunia-digital/</link>
		<comments>http://paultobing.wordpress.com/2008/03/10/menulis-di-dunia-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 04:43:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paultobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge Management]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paultobing.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Menulis di Dunia Digital Semakin &#8220;ubiquitous&#8221;nya internet, telah membawa revolusi kepada dunia tulis menulis. Hampir tidak ada lagi yang membatasi kita untuk mengexpresikan pemikiran kita melalui tulisan dan menyampaikannya kepada komunitas dunia maya. Berikut ini bahan presentasi (silahkan klik link di atas) yang saya sampaikan kepada siswa dan mahasiswa kota Bandung, yang mengikuti seminar &#8220;Menulis di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=17&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://paultobing.files.wordpress.com/2008/03/menulis-di-dunia-digital.pdf" title="Menulis di Dunia Digital">Menulis di Dunia Digital</a></p>
<p>Semakin &#8220;ubiquitous&#8221;nya internet, telah membawa revolusi kepada dunia tulis menulis. Hampir tidak ada lagi yang membatasi kita untuk mengexpresikan pemikiran kita melalui tulisan dan menyampaikannya kepada komunitas dunia maya.</p>
<p>Berikut ini bahan presentasi (silahkan klik link di atas) yang saya sampaikan kepada siswa dan mahasiswa kota Bandung, yang mengikuti seminar &#8220;Menulis di Dunia Maya&#8221; yang diadakan dalam rangka Sewindu Serikat Karyawan (Sekar) Telkom, 11 Maret 2008 di Gedung Saraswati Training Centre Telkom Bandung. Selamat menyimak.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paultobing.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paultobing.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paultobing.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paultobing.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paultobing.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paultobing.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paultobing.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paultobing.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paultobing.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paultobing.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paultobing.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paultobing.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paultobing.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paultobing.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paultobing.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paultobing.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=17&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paultobing.wordpress.com/2008/03/10/menulis-di-dunia-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/259f5120f715f8dfe71430c06528a931?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paultobing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Knowledge Management : Konsep, Arsitektur dan Implementasi</title>
		<link>http://paultobing.wordpress.com/2008/03/05/knowledge-management-konsep-arsitektur-dan-implementasi/</link>
		<comments>http://paultobing.wordpress.com/2008/03/05/knowledge-management-konsep-arsitektur-dan-implementasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 10:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paultobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paultobing.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Salam utk semua, Perubahan senantiasa terjadi, dan saat ini kita sudah berada pada era pengetahuan dan kreatifitas, sesudah melewati era industri dan informasi. Faktor produksi dan penentu daya saing sebuah korporasi pada era sekarang ini adalah pengetahuan. Untuk itu pengetahuan harus dikelola dengan baik dan dengan cara-cara yang sohpisticated, baik dari sisi metode, teknologi dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=9&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://paultobing.files.wordpress.com/2008/03/my-book-in-gramedia-mta.jpg" title="Gambar Sampul Depan Buku"><img src="http://paultobing.files.wordpress.com/2008/03/my-book-in-gramedia-mta.thumbnail.jpg?w=450" alt="Gambar Sampul Depan Buku" /></a></p>
<p>Salam utk semua,</p>
<p>Perubahan senantiasa terjadi, dan saat ini kita sudah berada pada era pengetahuan dan kreatifitas, sesudah melewati era industri dan informasi.</p>
<p>Faktor produksi dan penentu daya saing sebuah korporasi pada era sekarang ini adalah pengetahuan. Untuk itu pengetahuan harus dikelola dengan baik dan dengan cara-cara yang sohpisticated, baik dari sisi metode, teknologi dan manajemen perubahannya.</p>
<p>Sudah banyak buku tentang manajemen pengetahuan (Knowledge Manajemen=KM), beberapa diantaranya sudah ditulis oleh praktisi dan akademisi yang menekuni bidang KM di tanah air seperti Lendy Widayana dan Prof. Dr. Jann Hidajat dari ITB. Salah satu diantara penulis buku KM dalam bahasa Indonesia adalah pengasuh blog ini.</p>
<p>Buku ini diusahakan ditulis dalam konteks keindonesiaan, krn memang implementasi KM itu harus fit dengan culture setempat. Buku ini kaya dengan konsep walaupun tidak bertele-tele, dan inti dari buku ini adalah membantu pembaca dalam merancang suatu model bisnis untuk mengelola pengetahuan.</p>
<p>Buku ini sudah tersedia di toko Buku Gramedia, Togamas dan Gunung Agung. Semoga Bermanfaat bagi kita semua.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paultobing.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paultobing.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paultobing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paultobing.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paultobing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paultobing.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paultobing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paultobing.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paultobing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paultobing.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paultobing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paultobing.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paultobing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paultobing.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paultobing.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paultobing.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=9&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paultobing.wordpress.com/2008/03/05/knowledge-management-konsep-arsitektur-dan-implementasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/259f5120f715f8dfe71430c06528a931?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paultobing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paultobing.files.wordpress.com/2008/03/my-book-in-gramedia-mta.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar Sampul Depan Buku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Solusi Macet : Bekerja dari Rumah saja mengapa tidak ??</title>
		<link>http://paultobing.wordpress.com/2008/02/26/solusi-macet-bekerja-dari-rumah-saja-mengapa-tidak/</link>
		<comments>http://paultobing.wordpress.com/2008/02/26/solusi-macet-bekerja-dari-rumah-saja-mengapa-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 01:49:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paultobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paultobing.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Kemacetan di Jakarta akhir-akhir ini sudah sampai ke ubun-ubun, tahap yang potensial menyakitkan jiwa dan raga masyarakat. Kemungkinan didera penyakit itu semakin bertambah, menyaksikan perilaku pejabat yang seharusnya bertanggung jawab atas kemacetan ini justru meminta jalur khusus dengan auman pengawalnya yang terkesan arogan di tengah-tengah kepadatan kendaraan yang merayap dalam kemacetan. Begitulah pemimpin kita, jangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=7&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><font face="Times New Roman">Kemacetan di Jakarta akhir-akhir ini sudah sampai ke ubun-ubun, tahap yang potensial menyakitkan jiwa dan raga masyarakat. Kemungkinan didera penyakit itu semakin bertambah, menyaksikan perilaku pejabat yang seharusnya bertanggung jawab atas kemacetan ini justru meminta jalur khusus dengan auman pengawalnya yang terkesan arogan di tengah-tengah kepadatan kendaraan yang merayap dalam kemacetan. Begitulah pemimpin kita, jangan terlalu berharap bahwa mereka akan serius menangani masalah kemacetan ini. Masyarakat harus cari solusi sendiri dengan memanfaatkan teknologi dan celah-celah yang ada. </font></span><font face="Times New Roman"><span>Berbagai pihak menuding pembangunan jalur busway sebagai penyebab utama kemacetan lalu-lintas ini, walau<span>  </span>tidak ada jaminan bahwa kemacetan akan mereda jika pembangunan jalur busway juga selesai. L</span><span>alu solusinya apa? Menambah ruas jalan di Jakarta sudah sangat sulit dan mahal. <span> </span>Dengan adanya jalur khusus busway, yang terjadi adalah pengurangan ruas jalan. Disamping itu menambah ruas jalan juga akan memancing bertambahnya kenderaan yang akan lalu lalang di Ibukota. Menambah ruas jalan seperti jalan tol hanya mengangkut lebih banyak kenderaan, tetapi tidak signifikan dalam mengangkut lebih banyak orang.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span><span><font face="Times New Roman"><strong><span id="more-7"></span>Bekerja di/dari rumah</strong></font></span><font face="Times New Roman"><span>Kalau tidak ingin di dera kemacetan, sedapat mungkin jangan masuki Jakarta, apalagi dengan membawa kendaraan sendiri. </span><span>Tetapi apa mungkin? Karena bagaimanapun Jakarta adalah tempat mencari nafkah jutaan masyarakat yang bermukim di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Tentu mungkin jika situasi memaksa dan jika hal itu menjadi sesuatu yang menguntungkan banyak pihak. </span></font><font face="Times New Roman"><span>Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, sebagian pekerja di Jakarta, seperti perancang, perencana, konseptor, konsultan, asisten teknis (pembimbing teknisi untuk mengatasi permasalahan di lapangan atau proyek) dan pekerjaan lainnya, sebenarnya sudah dimungkinkan dilakukan dari/di rumah. Cara kerja ini disebut dengan berbagai istilah, seperti : <i>telecommuting, e-commuting, working at home (WAH) </i>atau<i> working from home (WFH) </i>yang sudah berkembang di negara-negara maju. Dengan cara ini, pekerja tidak perlu lagi melakukan pergerakan fisik ke pusat kota untuk bekerja, mereka cukup berkerja dari/di rumah dengan memanfaatkan teknologi internet.</span><span> </span><span>Dengan berlangganan jasa internet dengan akses pita lebar, para profesional ini sudah dapat bekerja secara <i>remote </i>dan<i> mobile</i>. Koordinasi dapat dilakukan melalui email atau telepon. Perusahaan hanya perlu memberi order dan indikator mutu hasil kerja dan target waktu penyelesaiannya. <span> </span>Karyawan menyelesaikan order itu di rumah, hasilnya disubmisi melalui email, kemudian si pemberi order mengevaluasi (mungkin juga dari rumahnya), meminta revisi jika perlu atau menerimanya. Jika video conference sudah semakin memasyarakat dan murah, maka rapat atau diskusi sudah bisa dilaksanakan secara <i>on line</i>. </span></font><span><font face="Times New Roman">Memang tidak semua pekerjaan dapat dilaksanakan dari rumah. Pekerjaan yang langsung berinteraksi dengan pelanggan sebagian besar belum bisa dilakukan dengan cara ini, kecuali pelanggan sudah dapat memberi order melalui internet atau telepon, seperti melalui layanan <i>internet banking, mobile banking, call centre, </i>dan<i> e-reservation</i> yang sedang berkembang saat ini. Namun, dengan berkembangnya teknologi komputer sudah semakin banyak jenis pekerjaan yang dapat dibebankan kepada komputer, seperti pekerjaan administrasi, pengendalian alat produksi bahkan pekerjaan yang bersifat analisis. Tugas manusia nantinya semakin didominasi oleh pekerjaan yang berkaitan dengan inovasi dan kreatifitas.</font></span><b><span><font face="Times New Roman">Manfaat Bekerja dari/di rumah</font></span></b><span><font face="Times New Roman">Manfaat terbesar dari bekerja di/dari rumah adalah terhindar stres dan kelelahan akibat kemacetan. Kemudian efisiensi waktu, dan yang tidak kalah pentingnya adalah cara kerja ini bisa menghemat isi kantong, karena akan mengurangi biaya bahan bakar, perawatan kendaraan dan jalan tol. Perusahaan juga bisa menghemat ruangan kantor dan biaya utilisasi.</font></span><font face="Times New Roman"><span>Di negara-negara maju cara bekerja seperti ini semakin dianjurkan, karena diyakini akan memberi manfaat lingkungan berupa pengurangan</span><span> </span><span>produksi karbon dioksida sampai 25%. Hal itu terjadi sebagai akibat berkurangnya penggunaan bahan bakar baik untuk utilisasi ruangan dan terutama pengurangan penggunaan kendaraan. </span></font><font face="Times New Roman"><span>Manfaat lainnya adalah ibu/bapak rumah tangga dapat bekerja dengan fleksibel. Misalnya dapat menyelesaikan tugasnya seusai memberangkatkan anak-anaknya ke sekolah. Kemudian, pekerja diharapkan dapat memilih waktu dan gaya bekerja yang sesuai dengan keinginannya. Ada orang yang optimal bekerja dan penuh ide sesudah bangun tidur misalnya pukul 4 sampai pukul 7 pagi. Alangkah sayangnya kalau waktu produktif seperti ini dihabiskan di perjalanan. Kemudian pekerja juga dapat menyelesaikan pekerjaannya sambil berbaring, angkat kaki, di taman, atau dengan berpakaian ala kadarnya. Gaya-gaya bekerja ini jika diterapkan di kantor resmi tentu dapat merusak suasana kantor.</span><span></span></font><b><span><font face="Times New Roman">Tantangan</font></span></b><span><font face="Times New Roman">Walaupun sebagian pekerja profesional Jakarta sudah siap dan mampu bekerja di/dari rumah. Namun masalahnya adalah belum banyak manajemen perusahaan yang siap menghadapi pola kerja seperti ini. Mereka memiliki ketergantungan psikologis terhadap kehadiran fisik para pekerjanya. Padahal pekerja belum tentu lebih kreatif dan produktif jika harus hadir secara fisik di depan mata atasannya. Tuntutan terhadap kehadiran secara fisik dari pekerja ini disebabkan karena masih banyak manajemen perusahaan masih menerapkan <i>management command and control</i> terhadap karyawannya. Untuk mendorong pola kerja ini maka gaya manajemen seperti itu sudah harus digantikan dengan <i>management by objectives</i> yang memperlakukan pekerja sebagai mitra bukan lagi bersifat ordo atasan-bawahan.Dalam <span> </span><i>management by objectives,</i> manajemen hanya perlu membuat perencanaan kerja, menjelaskan persyaratan mutu hasil kerja dan target waktu, cara dan tempat penyelesaiannya diserahkan kepada pekerja itu sendiri.<span>  </span><span> </span></font></span><span><font face="Times New Roman">Tantangan lainnya adalah jasa internet di Indonesia masih mahal dan tarifnya lebih tinggi dibanding negara-negara lain seperti Malaysia dan Thailand. Masalah tarif ini menjadi penghalang potensial bagi perkembangan pola kerja <i>working from/at home</i> ini. Karena bagaimanapun pekerja atau perusahaan harus menghitung konsekuensi biaya dari penerapan pola kerja ini.</font></span><span><font face="Times New Roman">Tantangan lainnya adalah belum tersedianya regulasi yang mengatur cara bekerja dari/di rumah ini. Perlu inisiatif pemerintah untuk menyusun regulasi dan kebijakan yang mendorong penerapan pola kerja dari/di rumah atau <i>mobile</i> ini. Hal itu menjadi panduan bagi instansi pemerintah dan swasta dalam menerapkan dan mengembangkan pola kerja yang sangat efisien ini. </font></span><span><font face="Times New Roman">Walaupun payung hukum belum tersedia, perusahaan swasta tanpa menunggu inisiatif pemerintah sudah dapat menyusun peraturan terkait pola kerja dari/di rumah ini dengan <i>benchmarking</i> ke berbagai perusahaan yang sudah menerapkannya. Cara kerja ini dapat diterapkan secara gradual, misalnya 1-2 hari per minggu bekerja dari/di rumah, kemudian meningkat dengan jumlah hari yang lebih banyak, dan akhirnya pertemuan tatap muka bisa diatur sesuai kesepakatan.<b></b></font></span><b><span><font face="Times New Roman">Kebijakan <i>Breakthrough</i></font></span></b><span><font face="Times New Roman">Pemerintah yang sampai saat ini lebih memprioritaskan penambahan ruas jalan tol untuk mengatasi kemacetan ini, sebaiknya memikirkan ulang solusi yang primitif tersebut. Karena sejarah perlalulintasan membuktikan bahwa penambahan ruas jalan yang bersifat linier akan direspon dengan pertambahan kendaraan yang bersifat semi eksponensial. </font></span><span><font face="Times New Roman">Harus ada kebijakan yang bersifat <i>breakthrough</i> dari pemerintah untuk mengatasi kemacetan ini. Dengan nalar sederhana dapat kita katakan bahwa kemacetan ini hanya akan berkurang jika volume kendaraan yang memasuki Jakarta berkurang. Sehingga harus ada kebijakan yang dapat menahan ratusan ribu penduduk untuk tidak memasuki Ibukota ini setiap hari. Salah satu cara adalah dengan memfasilitasi para <i>telecommuter</i> ini agar dapat mendatangi Jakarta secara <i>virtual</i>, mengirim kreasinya secara <i>virtual</i> dan berinteraksi dengan orang lain melalui fasilitas komunikasi yang nyaman dan tentu juga murah.</font></span><span><font face="Times New Roman">Salah satu langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk mewujudkan interaksi secara maya itu adalah dengan mengalihkan anggaran pembangunan jalan tol dan mengalokasikannya untuk pembangunan jalan raya informasi (<i>information highway</i>). Pembangunan jalan tol apalagi jika bertingkat memiliki konsekuensi yang kompleks, seperti masalah lingkungan, biaya konstruksi yang mahal, dan lilitan konstruksi beton itu akan mengurangi keasrian dan keramahan kota Jakarta. </font></span><span><font face="Times New Roman">Langkah praktis yang dapat ditempuh adalah mengganti pembangunan jalan tol bertingkat dengan pembangunan tulang punggung jaringan internet, misalnya dengan menggelar fiber optik dengan kapasitas transmisi yang tinggi. Biaya konstruksi jaringan fibre optik ini jauh<span>  </span>lebih murah dan pembangunannya juga lebih cepat. Jika itu terwujud, maka diyakini masyarakat akan menikmati jasa internet yang lebih murah, dan hiruk pikuk jalan raya akan berpindah ke jalur tol informasi. Karena sebagian masyarakat sudah bekerja di depan komputernya di/dari rumahnya masing-masing.</font></span><span><font face="Times New Roman">Intinya pemerintah dalam mengatasi kemacetan ini sebaiknya jangan hanya berlandaskan teknologi konstruksi sipil atau solusi berbasi proyek saja, tetapi sudah saatnya memberi solusi yang berbasis multi disiplin seperti teknologi informasi, rekayasa lingkungan, rekayasa sosial dan rekayasa lalulintas. </font></span></span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paultobing.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paultobing.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paultobing.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paultobing.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paultobing.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paultobing.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paultobing.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paultobing.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paultobing.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paultobing.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paultobing.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paultobing.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paultobing.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paultobing.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paultobing.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paultobing.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=7&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paultobing.wordpress.com/2008/02/26/solusi-macet-bekerja-dari-rumah-saja-mengapa-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/259f5120f715f8dfe71430c06528a931?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paultobing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Re-Thinking Adat Batak</title>
		<link>http://paultobing.wordpress.com/2008/02/21/re-thinking-adat-batak/</link>
		<comments>http://paultobing.wordpress.com/2008/02/21/re-thinking-adat-batak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 09:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paultobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Habatahon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paultobing.wordpress.com/2008/02/21/re-thinking-adat-batak/</guid>
		<description><![CDATA[Disamping masalah agama, masalah lain adalah kondisi sosial dan kehidupan zaman dahulu dan zaman sekarang sudah sangat berbeda. Dunia sudah beberapa kali mengalami pergantian zaman yang radikal, mulai dari zaman batu, pertanian, industri, informasi dan saat ini zaman pengetahuan, yang semuanya mempengaruhi nilai-nilai kehidupan masyarakat termasuk masyarakat Batak.  Kehidupan post modernism dan kompetisi bisnis yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=5&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><font face="Times New Roman">Disamping masalah agama, masalah lain adalah kondisi sosial dan kehidupan zaman dahulu dan zaman sekarang sudah sangat berbeda. Dunia sudah beberapa kali mengalami pergantian zaman yang radikal, mulai dari zaman batu, pertanian, industri, informasi dan saat ini zaman pengetahuan, yang semuanya mempengaruhi nilai-nilai kehidupan masyarakat termasuk masyarakat Batak.<span>  </span>Kehidupan post modernism dan kompetisi bisnis yang semakin sengit belakangan ini, menuntut efisiensi dan simplifikasi dalam berbagai hal, termasuk dalam pelaksanaan adat. Tidak saatnya lagi adat mengikat para profesional Batak dengan ”memaksa” mereka untuk mengikuti acara adat secara kaku, bertele-tele dan ”penuh” sehari suntuk, karena peran mereka sangat ditunggu di tempat kerjanya untuk berkarya dengan optimal.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Zaman ini juga ditandai dengan adanya gerakan feminisme, </font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"><span id="more-5"></span>yang menuntut kesetaraan jender. Adat Batak dipandang kurang ramah dalam menyongsong kesetaraan ini. Penilaian berbasis adat terhadap keberhasilan seseorang sering kurang menghargai jender perempuan. Orang yang tidak menikah atau menikah tetapi tidak memiliki keturunan yang lengkap laki-laki dan perempuan sering mendapat diskriminasi dalam pelaksanaan adat Batak.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Disatu sisi, saat ini semakin banyak pria atau wanita Batak yang usia menikahnya semakin tinggi atau bahkan semakin banyak jumlah orang yang sama sekali memilih atau terpaksa tidak menikah, dengan berbagai alasan dan situasi. Disamping itu, kalaupun menikah, pasangan suami istri saat ini membutuhkan <span> </span>waktu yang lebih lama untuk memiliki anak, bahkan semakin banyak pasangan yang secara sengaja melakukan pembatasan atau pengaturan jumlah anak yang mereka miliki, sebagai akibatnya banyak pasangan yang hanya memiliki 1, 2 atau 3 anak saja, dan tidak sedikit dari pasangan ini yang hanya memiliki anak-anak perempuan saja, dimana kondisi seperti ini akan mengalami diskriminasi dalam paradaton. </font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Sering terjadi, orang-orang Batak yang tidak menikah, betapapun sangat berperan dan berprestasi dalam kehidupan masyarakat tidak diperhitungkan dan tidak memiliki hak untuk duduk (hundul) dalam acara adat. Hal ini menurut saya perlu dikoreksi, perlu dilakukan penyesuaian parameter dan syarat penilaian yang mendorong agar adat Batak mempertimbangkan faktor-faktor kontribusi dan peran seseorang dalam kehidupan sosial. Bahkan kontribusi sosial ini perlu lebih ditekankan atau diutamakan dari pada status perkawinan (termasuk jumlah keturunan, kelengkapan jender keturunannya) dan status ekonomi seseorang.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Adat yang mengapresiasi kontribusi sosial seseorang akan mendorong masyarakat<span>  </span>Batak untuk berprestasi dan berkontribusi dalam kehidupan masyarakat dan bangsanya. Seandainya pionir seperti Butet boru Manurung yang mengajar di kalangan suku pedalaman (suku Kubu) atau seorang penerima hadiah Kalpataru mendapat terhormat dalam adat Batak walaupun mungkin mereka belum menikah, maka hal itu akan memicu masyarakat Batak lainnya untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat dan bangsanya, dan tidak lagi hanya sekedar mencari hamoraon atau hagabeon agar diakui dalam tata laksana paradaton.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Paul L.Tobing (Pemerhati Masalah Sosial dan Penulis Buku <i>Knowledge Management : Konsep, Arsitektur dan Implementasi</i>)<span>  </span></font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paultobing.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paultobing.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paultobing.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paultobing.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paultobing.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paultobing.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paultobing.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paultobing.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paultobing.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paultobing.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paultobing.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paultobing.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paultobing.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paultobing.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paultobing.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paultobing.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=5&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paultobing.wordpress.com/2008/02/21/re-thinking-adat-batak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/259f5120f715f8dfe71430c06528a931?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paultobing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Photo Calvin</title>
		<link>http://paultobing.wordpress.com/2008/02/21/photo-calvin/</link>
		<comments>http://paultobing.wordpress.com/2008/02/21/photo-calvin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 09:16:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paultobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Calvin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paultobing.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Kami deklarasikan kepada dunia Bahwa oleh karena kasihNYA anak kami telah lahir dengan selamat dan diberi nama Calvin Jonathan Tobing. Berikut adalah Gambar pada saat baru lahir. Terpujilah dan Mulialah DIA yang menciptakannya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=4&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://paultobing.files.wordpress.com/2008/02/dsc05784.jpg" title="Gambar Calvin"><img src="http://paultobing.files.wordpress.com/2008/02/dsc05784.thumbnail.jpg?w=450" alt="Gambar Calvin" /></a><a href="http://paultobing.files.wordpress.com/2008/02/dsc05784.jpg" title="Gambar Calvin"></a>Kami deklarasikan kepada dunia</p>
<p>Bahwa oleh karena kasihNYA anak kami telah lahir dengan selamat dan diberi nama Calvin Jonathan Tobing.</p>
<p>Berikut adalah Gambar pada saat baru lahir. Terpujilah dan Mulialah DIA yang menciptakannya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paultobing.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paultobing.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paultobing.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paultobing.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paultobing.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paultobing.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paultobing.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paultobing.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paultobing.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paultobing.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paultobing.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paultobing.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paultobing.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paultobing.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paultobing.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paultobing.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=4&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paultobing.wordpress.com/2008/02/21/photo-calvin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/259f5120f715f8dfe71430c06528a931?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paultobing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paultobing.files.wordpress.com/2008/02/dsc05784.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar Calvin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkenalan</title>
		<link>http://paultobing.wordpress.com/2008/02/21/perkenalan/</link>
		<comments>http://paultobing.wordpress.com/2008/02/21/perkenalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 09:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paultobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paultobing.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Paul L.Tobing, lahir di Tarutung,  merupakan putra bungsu dari St. Johan L. Tobing (alm) yang merupakan salah satu putra Batak pertama yang berkarir sebagai anggota manajemen dari perusahaan asing/Jerman yaitu Hennemann AG sebelum perang dunia kedua.  Riwayat pekerjaannya sangat bervariasi. Setelah lulus dari FT USU jurusan Teknik Elektro tahun 1987, dia mengajar di Politeknik USU [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=3&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman"><b><span>Paul L.Tobing, lahir di Tarutung, </span></b><span><span> </span>merupakan putra bungsu dari St. Johan L. Tobing (alm) yang merupakan salah satu putra Batak pertama yang berkarir sebagai anggota manajemen dari perusahaan asing/Jerman yaitu <b>Hennemann AG</b> sebelum perang dunia kedua. </span></font><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Riwayat pekerjaannya sangat bervariasi. Setelah lulus dari FT USU jurusan Teknik Elektro tahun 1987, dia mengajar di Politeknik USU sampai akhir tahun 1990. Sesudah bergabung dengan PT. Telkom tahun 1991 langsung ditugaskan di STT Telkom yang saat itu baru beberapa bulan didirikan. </font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"><span id="more-3"></span>Sebagai Kepala Seksi Bina Program dan Pengembangan STT Telkom waktu itu, dia berperan dalam pengembangan STT Telkom yang saat itu sangat progresif.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Kemudian tahun 1993 mengikuti program TAC-3 (Technical Assistance Centre) di Siemens, Munich, Jerman, melalui seleksi yang ketat. TAC-3 merupakan spesialis tertinggi dalam bidang Sentral, karena operator biasanya hanya memiliki TAC-1. Sepulang dari Jerman, tahun 1994 dia bekerja di Direktorat Operasi Telkom, khususnya menangani Switching dan Signaling dan merintis program training bidang SDE (Small Digital Exchange) yang sebelumnya harus dilakukan oleh Siemens.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman">Pada tahun 1996 mengikuti training tentang Marketing &amp; Product Management di University of Rhode Island dan AT&amp;T School of Business dan dilanjutkan dengan program internship training, di Bell Labs AT&amp;T, Naverpille Illionis USA. Program ini merupakan titik balik bagi dia, untuk mulai lebih giat menggeluti bidang manajemen dari pada bidang teknik.</font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Tahun 1997 mendapat kesempatan studi lanjut dengan biaya dari Telkom di bidang Engineering Management pada University of Technology, Sydney, Australia. Oleh karena memiliki latar belakang teknik, perusahaan sempat mengarahkan dia untuk menggeluti bidang engineering murni. Tetapi karena minat terhadap bidang manajemen sudah mulai tumbuh, dia berkeras untuk mengambil “jalan tengah” yaitu program Engineering Management, dimana disitu dipelajari System Engineering, IT Management dan Quality Planning &amp; Analysis, sedangkan dari aspek manajemen dipelajari Strategic Management, Systems Thinking, Operation Management, People Management, Product Management dan Organization Development &amp; Design. </font><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pada akhir tahun 1998 ditugaskan membentuk Unit Manajemen Fraud di Divisi Regional II Jakarta, yang merupakan Unit Manajemen Fraud pertama di Telkom. <span> </span>Saat itu Unit Manajemen Fraud Divre-II, menjadi model bagi pembentukan Unit Fraud di berbagai divisi di lingkungan Telkom. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Kemudian tahun 2000 dia menjabat sebagai Kepala Sub Dinas Pengembangan Network sampai menjadi<span>  </span>Manajer Network Area Kota – Jakarta pada tahun 2004. Pada saat menangani pengembangan network Jakarta, dia sukses memimpin tim untuk meningkatkan integrasi system signaling CCS#7, yang waktu itu penetrasinya sangat rendah (dibawah 50%), sehingga penetrasi CCS#7 dalam network Jakarta mencapai lebih dari 90%. Disamping itu dia berhasil mengkoordinir <span> </span>penataan konfigurasi jaringan yang waktu itu sangat sulit dan merancang SDHnisasi network Jakarta dengan melakukan migrasi jaringan yang masih menggunakan teknologi lama PDH.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Dalam bidang Knowledge Management, dia merupakan salah satu perintis implementasi KM di Telkom ketika<span>  </span>bergabung dengan Corporate Transformation Group (CTG) tahun 2004. <span> </span>Untuk itu dia mengikuti berbagai forum, pelatihan, program sertifikasi dan lokakarya di dalam maupun di luar negeri, seperti Round Table KM Indonesia, Konferensi Hong Kong KM Society, Pelatihan KM di LIPI, Certified Knowledge Manager (CKM) dari The International KM Institute, Lokakarya KM di Dunamis Organization Services dan Kongres Intellectual Capital di Belanda.</font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Sekarang dia menjabat sebagai Senior Officer Knowledge Management System Development yang menjadi bagian dari Departemen Corporate Affair PT. <span>Telkom. Selain itu, saat ini dia aktif sebagai pembicara dalam berbagai seminar tentang KM di internal dan eksternal Telkom seperti di SBM ITB, LIPI, UNPAD dan LSM.</span></font><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Sewaktu mahasiswa, pemikirannya pernah dimuat di Sinar Indonesia Baru, Majalah Femina dan Tempo. Sesudah bekerja dia secara rutin menyampaikan pemikirannya di buletin internal Telkom dan di media lainnya seperti Harian Kompas, Pikiran Rakyat Bandung, dan Batak Pos.<span>  </span>Pada tahun 2007, dia menerbitkan buku karyanya yang berjudul ”Knowledge Management : Konsep, Arsitektur dan Implementasi”. Pada tanggal 25 Oktober 2007 bersama Prof. Dr. Jann Hidajat dan pendiri lainnya mendirikan KMSI (Knowledge Management Society Indonesia).</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Menyukai membaca, menulis, musik (mampu memainkan piano secara otodidak), jalan kaki, naik sepeda, dan hiking.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Menikah dengan dr. Sarah Siagian dan dikaruniai tiga anak yaitu Felicia Tobing,<span>  </span>Michael Tobing dan Calvin Tobing.</font></span><span><font face="Times New Roman">Kalau ditanya bagaimana dia menjelaskan dirinya, maka dia akan berkata :</font></span><span><font face="Times New Roman">Saya menyukai menelusuri hal-hal yang baru dan unknown serta melakukan petualangan intelektual. Tidak ”tahan” mengerjakan hal yang sama secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Bukan orang yang bersih, tetapi berusaha mengejar integritas dan integritas bagi saya adalah kebanggaan.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Habit</font></span><span><font face="Times New Roman">Memiliki kebiasaan terbangun di tengah malam (antara pukul 2-4 pagi) dan menulis apa saja yang muncul dipikirannya.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Untuk Contact :</font></span><span><font face="Times New Roman">Email : </font><font face="Times New Roman"><a href="mailto:paul.tobing@gmail.com,%20Tel">paul.tobingster@gmail.com, <span><font face="Times New Roman">Tel. Ktr : 022 – 452 7262</font></span></a></font></span><font face="Times New Roman"><span>Blog : </span><span><a href="http://www.paul-tobing.blogspot.com/"><span>http://www.paultobing.wordpress.com</span></a></span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paultobing.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paultobing.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paultobing.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paultobing.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paultobing.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paultobing.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paultobing.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paultobing.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paultobing.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paultobing.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paultobing.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paultobing.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paultobing.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paultobing.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paultobing.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paultobing.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paultobing.wordpress.com&amp;blog=2933544&amp;post=3&amp;subd=paultobing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paultobing.wordpress.com/2008/02/21/perkenalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/259f5120f715f8dfe71430c06528a931?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paultobing</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
